TOKYO - Produsen konsol game ternama asal Jepang Sony Corp, dikabarkan tengah menyiapkan senjata andalan terbarunya
JAKARTA - Blackberry selama ini selalu menjadi perangkat yang digunakan oleh
LAS VEGAS - SAN FRANSISCO - Perusahaan software asal Amerika, Retina-X berhasil


CALIFORNIA - Setelah tarik ulur masalah Adobe dan Apple terkait Flash lama terjadi, akhirnya secara resmi Adobe memutuskan untuk menghentikan negosiasi dengan perusahaan tersebut. Artinya, Flash tidak akan pernah lagi masuk ke perangkat besutan Apple.
Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, perseteruan antara Apple dengan Adobe meruncing karena keinginan Adobe memasukkan Flash ke perangkat yang terkenal dengan iPhone dan iPodnya. Namun sayang, Adobe tidak mematuhi peraturan yang dibuat agar Flash menggunakan bahasa pemrograman Apple.
"Apple dengan terang-terangan membatasi platform lain berkembang di tempat mereka. Padahal, Flash memungkinkan pengguna melihat konten dari berbagai macam browser, platform, dan perangkat," terang Mike Chambers Adobe Principal Product Manager, seperti dikutip Wired, Kamis (22/4/2010).
"Aturan baru Apple merugikan para pengguna perangkatnya, sebab mereka tidak bebas memilih konten yang ingin dilihatnya. Flash sampai saat ini dianggap dapat menampilkan konten dengan baik, " tambahnya.
Kebijakan yang dinilai arogan ini ternyata juga didukung sepenuhnya oleh CEO Apple Steve Jobs. Pasalnya, menurut Jobs kualitas adalah segalanya. Pasalnya, mereka ingin terus mempertahankan kualitas pada perangkat yang dimilikinya. Malah Jobs ganti menuding Flash, sebagai layanan dengan platform yang tertutup dan eksklusif.
sumber : http://techno.okezone.com
OSLO - Opera Mini untuk iPhone secara resmi diserahkan ke Apple iPhone App store. Sebelumnya, hanya beberapa orang terpilih saja yang telah melihat versi ini pertama kalinya di Mobile World Congress 2010, Februari silam. Sekarang, Opera Mini dapat digunakan pengguna untuk menjelajahi Web di iPhone.
Opera Mini untuk iPhone memberikan kecepatan browsing, yang mampu memuat halaman Web hingga enam kali lebih cepat daripada Safari. Karena adanya rendering di sisi server, Opera Mini mengkompresi data hingga 90 persen sebelum mengirimkannya kembali ke telepon, sehingga memuat halaman lebih cepat dan lebih banyak halaman Web per MB untuk pengguna. Pengguna yang akrab dengan biaya roaming iPhone akan menikmati kemampuan Opera Mini untuk memberikan lebih banyak dan menyampaikan Web yang diinginkan pengguna dengan cepat, tanpa biaya tinggi.
"Opera Mini untuk iPhone yang dipamerkan sekilas selama acara MWC, memberitahukan bahwa kami memiliki sesuatu yang istimewa," kata Jon von Tetzchner, Co-founder, Opera Software dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2010).
Tetzchner mengatakan, Opera telah menempatkan setiap usahanya untuk menciptakan browser yang dapat dikostumisasi, bergaya, kaya akan fitur dan sangat responsif, yang dengan canggih menggabungkan kemampuan iPhone dengan pengalaman Opera yang terkenal. "Dan hasilnya adalah sebuah browser yang berkinerja tinggi untuk iPhone." tandasnya.
Opera Mini dikenal sebagai browser ponsel yang paling populer di dunia,karena membawa Web untuk hampir semua ponsel. "Dengan kecepatan, kegunaan dan desain yang ramah navigasi ini, telah terlempar ke lebih dari 50 juta ponsel di seluruh dunia," tandas Tetzchner.
sumber www.okezone.com

LAS VEGAS - Keinginan pencinta ponsel Windows Mobile untuk menikmati browser Firefox versi Mobile untuk sementara waktu harus ditunda terlebih dahulu. Sebab, alat peramban besutan Firefox itu akan menghentikan pengembangan layanannya itu untuk sementara waktu itu.
"Kami melihat Microsoft lebih menfokuskan diri di Windows Mobile 7, yang artinya akan mengabaikan Windows Mobile 6.5. Kami tidak yakin Microsoft akan merilis development kit asli untuk sistem operasi tersebut," tukas salah satu pejabat di Mozilla Stuart Parementer, di dalam blog resminya
Sebelumnya, Mozilla sebenarnya sudah menyiapkan Firefox versi Mobile yang akan berjalan di Windows Mobile 6. Namun hal tersebut rasanya akan sia-sia, mengingat Microsoft akan menutup masa depan Windows Mobile seri 7 ke bawah.
"Sementara kita berpikir Windows Phone 7 terlihat menarik dan memiliki potensi untuk berbuat baik di pasar. Sayangnya, Microsoft telah memutuskan untuk menutup aplikasi pengembangan untuk pihak ketiga," kata Parmenter.
Microsoft Corp dinilai mengulang kesalahan saat merilis Windows Vista ketika meluncurkan Windows Phone 7. Tidak tanggung-tanggung, ungkapan itu dilontarkan seorang mantan eksekutif Microsoft, yang terlibat dalam peluncuran Windows Vista.
Dia adalah Scott Barnes. Sekarang Barnes menjabat sebagai UX (User Experience) Specialist Readify Pty Ltd. Sebelumnya, Barnes adalah Rich Platforms Product Manager Microsoft Corp. Barnes menegaskan, seperti peluncuran Windows Vista, peluncuran Windows Phone 7 penuh dengan ketergesa- gesaan dan ketidaksiapan.
"Bagi saya, peluncuran Windows Phone 7 sama seperti peluncuran Windows Vista. Manajemen menekan bawahan agar merilis produk ke pasar secepat mungkin dan perbaikan akan dilakukan setelah produk tersedia di pasar,” ungkap Barnes.
Microsoft merilis Windows Vista pada 2005 untuk menggantikan Windows XP, yang sudah dipasarkan sejak 2001. Windows Vista menjadi kegagalan besar bagi Microsoft karena sistem operasi itu memendam masalah serius pada stabilitas dan kompatibilitas, sehingga konsumen pun tidak bersedia bermigrasi dari Windows XP. Windows Vista memendam berbagai masalah karena Microsoft merilis sistem operasi itu sebelum benar-benar siap. Perlu waktu beberapa tahun bagi Microsoft untuk menyempurnakan Windows Vista, dan kemudian merilis ulang sistem operasi itu dengan nama baru, yaitu Windows 7, pada 2009. Pada 2005, Microsoft harus segera merilis sistem operasi baru, sehingga memaksakan diri merilis Windows Vista, untuk mendorong pertumbuhan volume penjualan.
Sebab, Microsoft sudah terlalu lama mengandalkan Windows XP, yang mulai menjemukan, sehingga konsumen berpindah ke sistem operasi yang lebih segar, yaitu Mac OS X dari Apple Inc. Kasus yang sama terjadi pada Windows Phone 7. Microsoft harus segera merilis Windows Phone 7 karena Windows Mobile 6.5 tidak berkutik dalam pertarungan di pasar sistem operasi smartphone.Diketahui, Microsoft pun tertatih-tatih dalam membangun Windows Phone 7. Sebab,Windows Phone 7 rencananya akan mulai dipasarkan pada 2009.Namun karena berbagai macam kendala teknis, Microsoft pun diperkirakan baru siap memasarkan Windows Phone 7 pada akhir 2010.
Tidak ada jaminan Microsoft tidak akan melakukan penundaan lagi untuk melakukan penyempurnaan akibat sejumlah kelemahan Windows Phone 7. Laporan firma riset Canalys Ltd mengungkap, Microsoft pada 2008 masih menjadi produsen sistem operasi smartphoneterbesar ketiga dunia karena Windows Mobile pada saat itu menguasai pangsa pasar global 13,9 persen. Namun pada 2009, Canalys menemukan, posisi Microsoft turun ke peringkat empat. Penyebabnya, volume penjualan global lisensi Windows Mobile pada 2009 anjlok 26,4 persen dibandingkan pada 2008.Akibat penurunan itu, pangsa pasar global Windows Mobile pun terpangkas menjadi hanya 8,8 persen pada 2009. Canalys memaparkan, volume penjualan sistem operasi smartphone global pada 2009 secara umum bertumbuh 16,2 persen per tahun.
Tetapi dalam kelompok lima besar,Microsoft adalah satu-satunya produsen yang mengalami penurunan volume penjualan. Volume penjualan Windows Mobile anjlok karena sistem operasi itu kalah bersaing melawan para pendatang baru,terutama Android dari Google Inc, serta iPhone OS dari Apple. Dalam laporan Canalys, Android merupakan sistem operasi smartphone yang meraih pertumbuhan tertinggi pada 2009, yaitu 1.073,5 persen. Alhasil, pangsa pasar global Android pada 2009 melonjak menjadi 7,2 persen, dari 3,4 persen pada 2008. Karena itu, Android pun langsung menyodok ke posisi lima, tepat di belakang Windows Mobile. Hingga akhir 2009, selisih pangsa pasar global Android dengan Windows Mobile adalah 4,1 persen.
Untuk sementara, Windows Mobile unggul atas Android. Tetapi jika Android mampu mempertahankan kecepatan pertumbuhannya, dan Windows Mobile tidak mampu bangkit, maka Android diperkirakan mampu menggilas Windows Mobile pada akhir 2010. Smartphone bersistem operasi Android pertama kali dipasarkan pada akhir 2008. Sejak saat itu, volume penjualan global smartphone Android terus meningkat berlipat-lipat karena Android mendapatkan dukungan luas dari para produsen handset dan operator seluler. Google mengungkapkan, pada saat ini sistem operasi Android telah digunakan pada 26 jenis smartphone. Smartphone Android pun mendapatkan dukungan dari 59 operator seluler yang beroperasi di 48 negara.